Jumat, 24 Oktober 2014

Intip Isi Buku? Pakai Bookist!

Kecewa saat membeli buku? Buku yang anda beli tidak sesuai harapan? Apalagi, uang yang digunakan adalah yang terakhir. Hal ini sering kali terjadi mengingat tidak semua sinopsis buku memberikan kejelasan isi.
            Nah kesulitan tadi yang menjadi inspirasi dari Meganingtyas dan Eka Legya Frannita  dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dua mahasiswa Teknologi Informatika UNY tersebut menciptakan aplikasi guna mempermudah masyarakat untuk mengetahui isi buku yang akan dibeli. Aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi Augmented Reality atau biasa disebut AR. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna merasakan pengalaman digital sedekat mungkin. Teknologi AR tersebut merupakan gabungan dari obyek virtual dan obyek nyata yang bersifat interaktif atau animasi 3D. Bahkan aplikasi ini meraih juara I pada Lomba Rancangan Perangkat Lunak di Universitas Kristen Satya Wacana beberapa waktu lalu.
Bagaimana cara kerjanya? Pengguna tinggal menyorotkan smartphone ke cover atau katalog buku. Kemudian aplikasi akan menampilkan sinopsis atau review buku baik berupa video maupun tulisan. Sekarang duo Meganingtyas dan Eka Legya Frannita sedang mengembangkan fitur penjualan. Jadi, setelah mengetahui sinopsis atau review buku, pengguna bisa membeli langsung dari perangkat mobile. (Al.F)

Disarikan dari http://kampus.okezone.com/read/2014/03/27/372/961802/pakai-bookist-bisa-ngintip-isi-buku diakses

Sabtu, 18 Oktober 2014

Hal Aneh di Sekitar Kita

“Aku paling kesel sama nama-nama akun sosial. Contohnya Facebook. Di Facebook banyak nama-nama yang ngeselin. Biasanya nih yang pakai nama kayak gini anak ABABIL. Contohnya kaya Sang Pejuang Cinta, Cewek Imoet (yah enggak tahu bacaannya kaya gimana, enggak sesuai EYD soalnya) atau Cowok Setia. Pokoknya gitu deh. Tapi aku pengen tahu nama akun FB koruptor itu kaya apa yah? Apa mungkin Sang Pemakan Uang Rakyat atau Tikus Bermercy atau Pejabat Penuh skandal. (Kali aja begitu)”.

---

“Katanya Indonesia negara hukum. Tapi hukum Indonesia murah dan dapat dibeli dengan uang. Semurah kayu arang di pasar tanah abang. Pancasila yang katanya ideologi bangsa tidak dipakai oleh para pejabat (emang aku menjalankan isi Pancasila ya?). Tindakan pejabat kita menodai keluhuran Pancasila (bahkan harus dicuci pakai detergent biar nodanya hilang). Ketuhanan yang MahaEsa berubah menjadi keuangan yang maha kuasa, kemanusian yang adil dan beradab jarang dijumpai daripada kemanusiaan yang bedil dan biadab. Akhirnya yang terjadi malah perpecahan Indonesia! (moga aja aku enggak kualat karena bikin materi tentang Pancasila –ngelus dada-, pak Karno maaf yah.. Cuma bercanda kok -mendongak-)”.

---

“Menurutku di Indonesia penyebutan daginga sapi itu aneh, Cuma di sebut daging. Bener enggak? Padahal daging adalah bagian tubuh hewan dan hewannya bisa berbeda kan? Buktinya pas aku ke pasar buat beli daging mentah, penjualnya kebetulan tante,”
“Bu, ini daging apa yah?” (nunjuk kiri)
“Daging ayam”
“yang ini?” (nunjuk tengah)
“daging kambing”
“dan yang ini?” (nunjuk kanan)
“daging” (berlagak bingung)
“daging apa?” aku nanya lagi
“ya daging... daging” (loh?)
“jadi beli dik?” tantenya nanya
“enggak bu Cuma nanya” terus aku cabut. Soalnya enggak bawa uang
Lima belas menit kemudian aku balik lagi, bawa uang tentunya. Tapi kali ini yang jaga kaya anak SMA gitu, mungkin anaknya
“ini daging apa mbak?” (nunjuk kiri)
“ayam”
“yang ini” (nunjuk tengah)
“daging”
“kalau yang ini?” (nunjuk kanan)
“daging ayam” (loh?)
“mau beli mas?”
“enggak mbak. Kunci motor saya ketinggalan”

Dan yang bikin aku heran, materi ini lucu enggak sih?

Kamis, 09 Oktober 2014

Nurani Alfa Part 8

1.      Posisikan pasangan sebagai teman dan partner.
2.      Pilihan tidak harus selalu dua.
3.      Kenapa ya kesombongan itu tak ubahnya hal kosong menyebalkan yang merugikan?
4.      Ada kalanya kita melakukan suatu pekerjaan bukan karena energi di tubuh tapi karena rasa tanggung jawab.
5.      Yang susah adalah belajar untuk sabar.
6.      Sehat itu mahal dan sakit lebih mahal lagi.
7.      Ketika menyalahkan diri sendiri lebih penting daripada menyalahkan orang lain.
8.      Dalam fiqh, anda keliru saat tidak yakin dalam melakukan sesuatu. Entah itu tidak yakin tentang benar atau tentang salah.
9.      Makan tidak perlu mewah, yang penting mengenyangkan, sehat dan halal.
10.  Laki-laki menikahi perempuan karena butuh dukungan dalam tiga hal; berdiri, mengabdi dan memberi.
11.  Karena seni memanfaatkan waktu luang itu begitu penting.
12.  Seorang muslim seharusnya berkata “mengalami kesalahan yang sama itu bukan gayaku”.
13.  Hampir di setiap rapat atau kegiatan ada yang menjadi mood maker.

14.  Ada kalanya perempuan merengek pertanda ingin diperhatikan laki-laki.