Minggu, 23 November 2014

Rame Poster Capres

Maka saat 'Coba Lagi' menjadi solusi yang baik... :D
Gini nih om Khadziq Marzuqi...

"Kali ini aku pengen cerita tentang liburan. Aku ini mahasiswa rantauan, dari Madura, yang kebetulan bisa kuliah di Yogyakarta. Jadi, pas UAS udah kelar ya aku pulang kampung. Ya perlulah untuk melepaskan kangen sama keluarga, teman, sawah, ayam-ayam dan cangkul setelah enggak ketemu selama sekitar setahun. Ditambah lagi tahun lalu aku lupa ngucapin HAPPY ANNIVERSARY sama si Nadia, ayam betinaku atas pernikahannya sama si Tomo yang sudah berlangsung selama dua tahun. Mudah-mudahan langgeng.

  Alasan lain aku pulang ke rumah karena pengen menjauhkan diri dari hingar-bingar pemilu disekitar kos. Aku sebel banget dengan pola kampanye tahun ini. Ada baleho capres-cawapres yang diiket di tiang, ada yang ditempel di gerobak, ada juga baleho di pasang di gerobak yang bawa tiang.

  Pas nyampe rumah aku pikir bakal terhindar dari semua itu dan alhamdulillah... enggak. Aku tetep aja liat poster-poster capres-cawapres. Ada yang dipaku di pohon, ada yang dipasang di gedung garasi bahkan di papan pengumuman sekolah. Yah enggak mungkin lah papan pengumuman kan lagi libur. Lagian siapa yang mau liat? Tukang kebun?

   Tapi sebagai warga negara yang baik dan seorang yang baik hati, pas pemilu aku tetep nyoblos. Aku pilih nomor satu dan dua sekaligus. Kan kasihan kalau cuma salah satunya. Jadi kan aku ngasih suara itu imbang, nomer satu dapet, nomor dua juga dapet. Soalnya aku ingat kata pak ustad, 'Akmal, kamu itu jadi orang jangan pilih-pilih yang kalau mau ngasih sesuatu'. Tapi pas ketahuan sama ayahku malah diomelin, "Loh kan ayah sudah ngasih tahu sama kamu... Kalau nyoblos itu didalam kotak foto calon yang telah disediakan. Ini malah kamu coblos diluar. Ya Allah". Loh?"

----

Susah nih om... Mikirnya bingung juga

Jumat, 21 November 2014

Puasa Facebook, Pie?



Sepuluh tahun lalu saat diciptakan oleh Mark Elliot Zuckerberg dan kawan-kawan, facebook tidaklah seterkenal saat ini. Dan sekarang, dengan berbagai perkembangannya, facebook tidak hanya sekedar media untuk mencari teman semata. Bahkan menjadi lebih penting dari itu; sebagai pusat informasi. Sebelumnya, hal ini tak pernah terlintas di benak saya, mengingat facebook saya gunakan secara iseng dan sebatas pengisi waktu luang. Namun kala saya hidup di kota besar sebagai mahasiswa perantauan, facebook menjadi hal yang betul-betul penting. Banyak informasi penting dari teman-teman (bisa juga orang lain, lembaga atau organisasi) disebar melalui facebook. Setidaknya dengan alasan sederhana, facebook merupakan salah satu situs dengan pengunjung terbesar. Jadi, persentase khalayak untuk tahu tentang informasi yang disebar menjadi sangat besar.

            Kebelakang, saya malah mendapat masalah. Bila menjadi pusat informasi, berarti saya harus selalu terkoneksi dengan facebook? Padahal tidak semua informasi yang ada adalah kebutuhan saya. Selain itu, paket data bisa menjadi hal yang menyusahkan bila sedang dalam kondisi morat-marit. Memang hal ini bisa disiasati dengan mencari hot spot gratisan. Hanya saja, bukankah menggunakan facebook berlebihan akan menyebabkan kecanduan dan mengurangi kemampuan interaksi sosial di dunia nyata? Yah, kembali pada pola pemakaian.

            Sempat terbesit dipikiran saya, “bagaimana kalau saya puasa facebook?”. Mungkin dalam beberapa waktu saya mencoba untuk tidak membuka akun facebook. Tapi saya memikirkan dahulu, lebih berat mana manfaat atau mudharatnya.

            Hal yang bisa saya irit dengan tidak mengakses situs facebook adalah paket data. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli paket data. Setidaknya menghemat pengeluaran uang belanja bulanan. Bagaiman dengan hotspot gratisan? Ya berarti saya harus meluangkan waktu untuk mencari tempat yang menyediakan fasilitas tersebut. Padahal hal yang lebih penting bisa saja terlewatkan. Itu pun kalau saya mendapatkan tempatnya atau tempat tersebut mudah saya jangkau. Lalu, mengakses situs facebook ternyata lebih dari sekedar sebentar, kita bisa larut dalam suasana dan tanpa sadar jam demi jam pun terlewat. Ingat, waktu tidak cukup murah hati untuk memberikan masa senggang secara cuma-cuma dan ia selalu lupa untuk memberikan moment yang sama dilain kesempatan. Ia terus berjalan dan kita harus cermat mengikuti, jadi tidak mengakses facebook karena alasan ini dapat meminimalisir pengeluaran dana dan menghemat waktu yang berharga.

            Disisi lain, dengan saya berpuasa facebook, saya akan kehilangan informasi penting. Pernah terjadi dalam hidup saya, dimana ada sebuah informasi mendesak yang harus diketahui hari ini, baru saya ketahui tiga hari kemudian. Hal ini menjadi kerugian besar bagi saya sendiri dan beberapa pihak terkait. Karena memang tidak bisa dipungkiri, saat ini dan utamanya di kota besar, facebook dioptimalkan menjadi media berbagi informasi bahkan yang penting sekalipun. Tapi apakah informasi yang penting selalu datang setiap saat? Susah menjawabnya karena “ya” dan “tidak” sama-sama memungkinkan, fifty-fifty. Dari itu, membuka akun facebook menjadi sebuah keniscayaan. Dilema memang, tetapi pilihan harus tetap dijatuhkan dengan pertimbangan matang.

            Akhirnya saya memiliki kesimpulan seperti ini, facebook tetap digunakan dengan tiga rambu; menata niat, menata waktu dan menata diri.

            Niatkan jika membuka akun facebook adalah untuk melakukan hal yang bermanfaat. Misalkan mencari informasi baru. Gunakan waktu seperlunya dan seoptimal mungkin saat mengakses facebook. Jangan terlalu terbawa. Ingatkan diri bahwa ada waktu membuka akun facebook dan waktu berhenti pasti tiba.


            Semoga kita menjadi user yang mampu memanfaatkan media ini dengan baik.

Papringan Berkurban


Papringan, Depok, Sleman, Yogyakarta 05 Oktober 2014

Menyambut hari raya Idul Adha 1435 H masjid Al-Hidayah Papringan, menggelar penyembelihan hewan kurban. Sebanyak 6 ekor sapi limosin putih dan 3 ekor domba disembelih. Hewan-hewan kurban ini merupakan sumbangan dari beberapa warga, warga Paringan dan beberapa daerah disekitarnya.

Panitia kegiatan ini merupakan gabungan antara takmir masjid al-Hidayah dan masyarakat Papringan. Terdiri dari pemuda dan kalangan tua.

Penyembelihan dilakukan di lapangan bola desa Papringan. Sedangkan pemotongan bagian-bagian hewan kurban tersebut dilakukan di depan halaman RA yang berada di Papringan. Sapi-sapi dan domba-domba tersebut dipotong beberapa bagian kecil sedemikian rupa. Nantinya akan dibagikan kepada warga-warga Papringan.

Mas Choiruddin, kepala kos Astra Seroja, menjadi pembaca nama-nama  shahibul qurban (yang menyumbangkan hewan kurban) dan alamat mereka. Mewakili para warga ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur.


Kegiatan ini dimulai jam 07.30 dan berakhir sekitar 11.30. Banyak warga yang menyaksikan acara potong-memotong ini.

---
Maaf karena ini berita lama dan ecek-ecek