Minggu, 21 Desember 2014

Jogja Membaca 4 : Merangkai Jogja dengan Membaca

20 Desember 2014 / 0 Km Yogyakarta

Sekitar jam 09.00 MC memulai acara. Bertempat di 0 Km Yogyakarta, Jogja Membaca (JM) 4 berlangsung dibawah matahari pagi. Setelah dibuka dengan basmalah, MC mempersilakan saudara Wahyudin Rizal selaku ketua panitia untuk menyampaikan sambutan. Wahyu menyampaikan tujuan kegiatan ini, yaitu untuk menggelorakan minat baca utamanya di Yogyakarta. Selain itu, dia juga menyampaikan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung; orasi baca, baca puisi, teatrikal baca dan thanks giving party (bagi buku gratis).

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh bapak Wahyu mewakili walikota kota Yogyakarta. Beliau membacakan sambutan walikota Yogyakarta. Isinya adalah beliau (walikota) mengapresiasi akan kegiatan JM 4 dan ALUS sebagai penyelenggara. Kegiatan ini selaras dengan keistimewaan Yogyakarta, Yogya istimewa, kegiatan yang ada juga istimewa. Terakhir beliau berpesan untuk MEMBACA.

Sambutan diterakhir disampaikan oleh bapak Budi Wibowo, dari BPAD DIY. Beliau menyampaikan bahwa membaca membawa peradaban baru. Baginya, minat baca yang tinggi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Selepas sambutannya, beliau membuka acara JM 4 yang secara seremonial dilakukan dengan pemukulan gong. Sesi ini diakhiri dengan foto berrsama dan MC mengundurkan diri. Selanjutnya acara dihandle oleh dua host kocak.


Foto By ALUS (Kartika Wulan Suryani)

Kegiatan kali ini adalah orasi baca. Yaitu penyampaian asipirasi ataupun atensi teman-teman ALUS tentang membaca. Beberapa diantaranya adalah orasi yang disampaikan oleh Almer Samantha Hidaya dan Musrifah. “Jangan ada lagi budaya ‘katanya’. Kita itu harus tahu sumber informasi dengan benar” suara Almer lantang. Ia juga menyebutkan bahwa kita masih dijajah oleh budaya orang, entah apapun itu, yang sifatnya konsumerisme dan hedonis. Almer menyampaikan bahwa kita perlu membaca agar mengetahui mana yang benar dan yang salah. Terakhir, dengan mengutip pernyataan Lasa HS, Almer berpesan “Jangan tidur sebelum membaca buku dan jangan mati sebelum menulis buku”. Musrifah menyampaikan orasi tentang rendahnya minat baca di Indonesia. Berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% dari 1000 orang. Ia berpesan bahwa membaca penting untuk masa depan dan bangsa.


Foto By ALUS 

Selain mengadakan orasi buku, di JM 4 pengunjung 0 Km yang lalu lalang dapat menikmati perpustakaan terbuka yang disediakan oleh teman-teman ALUS. Pengunjung bisa membaca buku ditempat sampai puas.

Selanjutnya adalah baca puisi. Beberapa diantaranya dibacakan oleh Arum Wulaningsih dan Rima Esni Nurdiana. Arum dengan puisinya mengajak semua orang orang untuk membaca. Sementara Rima membacakan puisi yang diadaptasi dari karya Gus Mus, berisikan kritik pada bangsa kita. Diakhir ia menyanyikan lagu Indonesia Tanah Pusaka.

JM 4 juga mengadakan aksi teatrikal baca. Teman-teman ALUS yang mengenakan dress code abu-abu JM 4 melakukan aksi membaca ditengah zebra cross ketika traffic light berwarna merah. Ini adalah geraka yang menyuarakan ajakan kepada masyarakat untuk, tentunya sebagai pendukung dari acara sebelumnya; orasi baca dan baca puisi serta sebagai rangkaian rangkaian kegiatan menarik JM 4. Terakhir, JM 4 juga memberikan buku gratis kepada para pengunjung perpustakaan terbuka. Pengunjung dibebaskan memilih dan memiliki buku apapu yang mereka suka. Selain itu para pengunjung juga boleh untuk take picture bersama di photospot yang disediakan teman-teman ALUS.


Foto By ALUS
--
Thank’s to:
Bahar M Reynaldi

ALUS DIY

Sabtu, 20 Desember 2014

Latihan Pegang DSLR

Semacam Koleksi Pribadi


Menandai Dunia (@congferi)


Red, Little, Alone


"Sakura" di Pinggir Kaki Langit


Tetes Hujan


Pagi Pantai Depok, Yogyakarta


Rubik


Kibaran Putih Tubuh yang Menyerah

Kacau

Termo tubuhku terus menanjak naik

Setiap bagian ususku memberontak

Seluruh sel hidupku kelelahan secara perlahan

Sementara disana ada tugas yang belum tuntas

Namun dalam wujud kembar


Kucoba bertahan dan menikmatinya